Perbedaan Butter dan Margarin

Apa perbedaan butter dan margarin?  Apakah keduanya sama, ataukah masing-masing adalah 2 produk yang sama sekali berbeda, mengingat secara fisik keduanya terlihat sangat serupa.

Perbedaan mentega dan margarin
Perbedaan mentega dan margarin

Disamping itu, kita juga tahu bahwa butter dan margarin memiliki penggunaan yang sama, yaitu selain sebagai bahan untuk aneka kue, juga sering digunakan sebagai olesan, dan juga sebagai bahan untuk menumis.

Nah kalau sobat ingin tahu jawabannya, maka berikut ini informasi yang sudah kita rangkum untuk sahabat semua.

Ini Dia Penjelasan Perbedaan Butter dan Margarin

Pertama kita jelaskan dulu bahwa, butter dan margarin adalah 2 jenis produk yang berbeda. Meski secara penggunaan keduanya sama namun bahan dan cara pembuatan butter dan margarin itu berbeda.

Yup, perbedaan butter dan margarin salah satunya adalah terletak dari bahan yang digunakan untuk membuatnya. Kalau mentega berasal dari olahan susu hewani, sedangkan margarin terbuat atau berasal dari minyak tumbuhan.

Apa itu Butter atau Mentega

Apa itu mentega
Apa itu mentega

Butter adalah nama lain dari mentega, merupakan sebuah produk olahan susu yang terbuat/berasal dari komponen lemak ( butterfat ) yang terdapat pada susu atau cream.

Krim atau cream adalah lapisan lemak yang terdapat pada susu segar yang disaring dari bagian atas susu sebelum dihomogenisasi atau sebelum dilakukan proses pemisahan. Kalau sobat pernah membeli susu segar, dan memperhatikan kalau dibagian atas susu suka ada lapisan seperti kerak yang muncul, nah itulah cream atau krim.

Mentega dihasilkan dari proses pengocokan atau pengadukan (churning process) pada susu segar ataupun cream. Sehingga hasil dari pengocokan atau churning tersebut nantinya akan memisahkan antara lemak mentega atau butterfat yang berbentuk solid, dan buttermilk atau susu cair tanpa lemak berbentuk cairan.

Tekstur dari mentega adalah setengah padat, dan umumnya mengandung sekitar 80% lemak dan 15% air, lalu sisanya adalah bahan-bahan tambahan lainnya yang diijinkan.

Mentega biasanya digunakan sebagai olesan, dilelehkan sebagai bumbu, untuk menumis, sebagai bahan kue, dan juga digunakan sebagai bahan untuk memanggang, membuat saus, dan prosedur memasak lainnya.

Apa itu margarin

Kalau mentega adalah dairy product karena terbuat dari komponen lemak ( butterfat ) yang terdapat pada susu atau cream. Sedangkan margarin adalah non-dairy product atau produk non-susu karena dibuat dari minyak nabati.

Meskipun pada tahun 1800-an di awal-awal pembuatannya, margarin memang awalnya pernah dibuat dari lemak hewani juga, namun saat ini bahan utamanya adalah minyak nabati, air, garam, pengemulsi, serta bahan tambahan lainnya yang diizinkan.

Berdasarkan info yang kita kutip dari mayoclinic.org, karena margarin dibuat dari minyak nabati, maka pada margarin terkandung lemak “baik” tak jenuh – lemak tak jenuh ganda dan tak jenuh tunggal. Jenis lemak ini membantu mengurangi low-density lipoprotein (LDL), atau dikenal sebagai kolesterol “jahat” karena memiliki pengaruh yang buruk bagi kesehatan jika kadarnya melebihi batas normal. Sebaliknya, karena mentega terbuat dari lemak hewani, maka pada mentega terkandung lebih banyak lemak jenuh.

Tetapi tidak semua margarin dibuat sama, beberapa margarin mengandung lemak trans. Secara umum, semakin padat margarin, maka semakin banyak lemak trans yang dikandungnya. Seperti halnya lemak jenuh, lemak trans dapat meningkatkan kadar kolesterol darah dan risiko penyakit jantung. Selain itu, lemak trans menurunkan high-density lipoprotein (HDL), atau kadar kolesterol “baik”.

Jadi sebagai konsumen yang cerdas, kita juga harus tahu bahwa tidak semua margarin itu dibuat sama. Terdapat variasi dari satu merek dengen merek margarin lainnya, jadi carilah margarin yang tidak mengandung lemak trans dan memiliki jumlah lemak jenuhnya paling sedikit. Lalu luangkan waktu dan pastikan untuk membaca panel Fakta Gizi yang ada pada kemasannya.